4 Merek Produksi Lokal yang Deal Suplai Truk Sebagai Kopdes Merah Putih



Jakarta

PT Agrinas Ketahanan Pangan Nusantara menyebut sudah menghubungi merek yang punya fasilitas pabrik Di Indonesia. Tercatat ada empat merek yang Berencana menyuplai kendaraan Sebagai kebutuhan Langkah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Dia bilang sudah melakukan Dialog Antar Negara Di Group Astra, Mitsubishi Fuso, Mitsubishi, Hino, dan Foton. Hanya beberapa merek yang sanggup memenuhi permintaan. Merek pertama yang deal adalah Isuzu.

“Dan sampai Di titik ini, kesepakatan yang disepakati Ditengah Agrinas Di Isuzu adalah mereka mampu menyuplai 900 unit,” Direktur Utama PT Agrinas Ketahanan Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota Pada konferensi pers, Selasa (24/2/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Mereka hanya mampu mensuplai 900 itu Lantaran deal yang Di Isuzu terjadi belakangan, Supaya mereka tidak bisa Merasakan suplai karoseri. Lantaran karoseri lokal yang ada Di Indonesia semua sudah menyuplai merek-merek lain. Supaya mereka tidak lagi mampu Sebagai menyuplai Lantaran semua karoseri sudah full Di-book Dari merek-merek lain,” tambahnya lagi.

Dia juga Membeberkan merek Mitsubishi Fuso, Hino Kendaraan Bermotor Roda Dua, dan Foton Sebagai pemenuhan kebutuhan segmen truk.

“Krama Yudha (Mitsubishi Fuso) yang menawarkan truck roda 6. Akhirnya Krama Yudha itu menyuplai Sebagai operasi Di Koperasi Merah Putih sebanyak 20.600 (unit), Itu sesuai Di kapasitas produksi mereka sampai Di akhir tahun,” jelas Joao.

“Hino Kendaraan Bermotor Roda Dua mampu memproduksi sebanyak 120 per bulan atau 400 unit per 3 bulan. Lalu kami berikan kesempatan Sebagai Hino Sebagai menyuplai Di kami. Sesudah mereka melakukan lobi Di pihak Jepang, mereka mampu menyuplai sampai 10 ribu.”

“Lalu Lanjutnya kami juga undang produk Di Cina, Foton. Foton menyuplai kami Di Foton Auman sebanyak 13.500,” kata dia.

Merek Lain Tak Cocok Di harga

Sebagai segmen pickup, dia melanjutkan tidak mencapai kesepakatan Di Suzuki.

“Suzuki Carry juga kita undang, kita Berbicara, ada beberapa hal yang akhirnya tidak terjadi kesepakatan, tapi ini ada berita acaranya,” ungkap Joao.

Dia bilang salah satu alasan utama yang mencuat adalah masalah kapasitas produksi. Joao menyebut Suzuki Carry dan Daihatsu Gran Max Pada ini diperkirakan hanya mampu memproduksi Di 100.000 hingga 120.000 unit per tahun. Jumlah tersebut sudah terserap Dari pasar yang ada, termasuk digunakan secara masif Sebagai Langkah MBG (Makan Bergizi Gratis).

“Sekarang ini sebagian besar dipakai Dari MBG. Kita melihat Pertanian kita juga Lagi tumbuh Lantaran adanya Bantuan Pemerintah pupuk, Supaya banyak petani yang menggunakan Carry maupun Gran Max ini Sebagai mengantar Di pasar,” jelasnya.

Joao menjelaskan bahwa pihaknya mengajukan penawaran pembelian “gelondongan”. Dia berharap pembelian Di jumlah besar seharusnya diganjar Di harga yang lebih ekonomis dan efektif sesuai Biaya Negeri.

Akan Tetapi, kenyataan Di Tatakan perundingan justru Sebagai Alternatif. Pabrikan lokal yang sudah lama mendominasi pasar Indonesia disebut enggan Menyediakan fleksibilitas harga tersebut.

“Mereka (produsen lokal) cenderung merasa bahwa membeli bulk itu tidak ada Untuk mereka, tetap dihitung per unit. Menurut saya itu tidak fair,” tegas Joao.

Dia bilang dominasi mereka Pada puluhan tahun Di Indonesia membuat mereka tidak melihat urgensi Sebagai Menyediakan harga khusus Di proyek Negeri yang sifatnya temporer ini.

“Ini kan kegiatan khusus yang hanya dilakukan Di satu tahun ini. Dari Sebab Itu seharusnya kami juga bisa diberikan harga khusus Supaya kami mampu ber-deal Di mereka,” tambahnya.

Lantaran produsen lokal tetap bertahan Di skema harga pasar biasa (per unit), pihaknya memilih mencari alternatif Di luar negeri. India, lewat Tata Motors dan Mahindra hadir Menyediakan penawaran yang lebih masuk akal Untuk kantong Biaya proyek Koperasi Merah Putih. Keputusan Pembelian Barang Di Luar Negeri ini akhirnya menjadi langkah terakhir yang terpaksa diambil.

“Sampai Di terakhir kami tidak Merasakan kesempatan Sebagai diberikan harga yang khusus, Supaya kami terpaksa melakukan Pembelian Barang Di Luar Negeri Di luar, khususnya India,” tutup Joao.

Detikcom sudah menghubungi pihak Suzuki dan Daihatsu Sebagai konfirmasi Akan Tetapi belum Merasakan respons.

Joao mengatakan group Astra juga menawarkan Isuzu D-Max dan Toyota Hilux. Akan Tetapi dua model ini tidak terjadi kesepakatan.

“D-Max pun akhirnya tidak ada kesepakatan,” ungkap Joao.

“Kami pastikan bahwa semua produsen lokal kami undang. Dari Sebab Itu, ini Astra yang menawarkan Hilux. Hilux ini pun sama,” kata dia.

“Mereka menawarkan ada dua tipe. Ada tipe 4×4 dan 4×2. Harga yang mereka tawarkan tidak kami sepakati,” ungkap Joao.

“Lantaran ujungnya adalah Yang Berhubungan Di harga. Yang Berhubungan Di harga dan kemampuan produksi mereka hanya 800 unit. Di April sampai Di Mei 2026,” tambahnya lagi.

Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: 4 Merek Produksi Lokal yang Deal Suplai Truk Sebagai Kopdes Merah Putih

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/