BYD Tak Lagi Produk Impor Kendaraan Pribadi Untuk China



Jakarta

BYD tak lagi mengimpor mobilnya Untuk China. Per Januari 2026, tak ada kegiatan Produk Impor yang dilakukan BYD.

Sepanjang tahun 2025, BYD merupakan pabrikan yang paling banyak mengimpor Kendaraan Pribadi Di Indonesia. Data Produk Impor yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang tahun 2025 total ada 64.013 unit Kendaraan Pribadi yang didatangkan BYD secara utuh Untuk China.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pangsa pasar Produk Impor Kendaraan Pribadi BYD itu Malahan mencapai 36,2 persen, artinya sepertiga Untuk Kendaraan Pribadi yang diimpor Di Indonesia berasal Untuk pabrikan asal Shenzhen tersebut.

Tetapi Ke Januari 2026, ceritanya sudah berubah. BYD tak lagi berada Di posisi puncak pabrikan yang paling banyak mengimpor Kendaraan Pribadi. Data Gaikindo mencatat nihil Kendaraan Pribadi BYD yang diimpor secara utuh Untuk China. Untuk diketahui, BYD memang Di membangun pabrik Di Kawasan Industri Subang Metropolitan. Head of PR and Government BYD Indonesia Luther Panjaitan Menginformasikan, pabrik BYD Di Subang itu sejatinya sudah siap memproduksi Kendaraan Listrik ‘Made in Indonesia’.

“Kita sudah Memperoleh tiga sertifikasi penting Untuk beroperasi, yaitu sertifikat standar, Lalu WMI itu Untuk tanda pengenal NIK kendaraan Lalu ada sertifikasi IKD artinya fasilitas ini sudah sangat siap Untuk memproduksi kendaraan nasional,” terang Luther belum lama ini.

BYD memang harus secepatnya produksi Kendaraan Pribadi Di Untuk negeri. Itu Lantaran BYD merupakan salah satu produsen yang melakukan komitmen Penanaman Modal Asing Di Indonesia. Hal itu sesuai Didalam Peraturan Pembantu Presiden Tim Menteri Penanaman Modal Asing No. 6 Tahun 2023 jo No. 1 Tahun 2024. Berdasarkan aturan itu, ada sejumlah kewajiban yang harus ditunaikan produsen Kendaraan Pribadi Elektrik penerima insentif EV CBU. Sebelumnya Memperoleh insentif, pabrikan itu harus menyertakan surat komitmen yang salah satu isinya adalah janji Untuk memproduksi Kendaraan Pribadi Elektrik Di Untuk negeri.

Mereka harus mulai memproduksi Kendaraan Pribadi Elektrik Di Untuk negeri paling lambat 1 Januari 2026. Untuk rentang Januari 2026 sampai Didalam 31 Desember 2027, pabrikan Kendaraan Pribadi Elektrik itu harus memproduksi Kendaraan Pribadi Didalam jumlah dan spesifikasi teknis yang minimal sama Didalam yang diimpor. Ada juga Syarat TKDN (Tingkat Komponen Untuk Negeri) yang harus dipenuhi Dari BYD. Kalau komitmen tersebut tak dipenuhi, maka harus membayar Pembatasan.

Meski begitu, aktifitas penjualan Kendaraan Pribadi BYD tetap berjalan seperti biasa. Secara wholesales, penjualan BYD mencapai 4.879 unit Sambil Itu secara Ritel 2.516 unit. Catatan penjualan tersebut masih bisa mengantar BYD Untuk berada Di posisi 10 besar merek Kendaraan Pribadi terlaris Di Untuk negeri. Di ini BYD punya enam model yang dijual Di Indonesia yaitu Seal, Atto 3, Dolphin, M6, Sealion 7, dan Atto 1. Kontribusi paling besar disumbang Atto 1 yang merupakan Kendaraan Pribadi termurah Di keluarga BYD.

Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: BYD Tak Lagi Produk Impor Kendaraan Pribadi Untuk China

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/