Jakarta –
Kendaraan Pribadi China mulai bikin penasaran anak muda Ke Amerika Serikat. Berdasarkan survei Cox Automotive, 69% konsumen Gen Z Ke AS mengaku tertarik membeli Kendaraan Pribadi China.
Angka tersebut cukup Memikat. Sebab, disitat Di Motor1, Kendaraan Pribadi China belum benar-benar punya tempat Ke pasar Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada ini, Kendaraan Pribadi China memang sering muncul Di diskusi Kendaraan Pribadi Ke Duniamaya. Tak sedikit yang menyebut Kendaraan Pribadi seperti BYD lebih murah dibandingkan Kendaraan Pribadi-Kendaraan Pribadi Ke AS. Masalahnya, kendaraan tersebut belum tentu bisa dibeli konsumen Amerika.
|
Ilustrasi Generasi Z atau Gen Z membeli Kendaraan Pribadi Mutakhir. Foto: Doc. RACQ
|
Sejumlah merek China belum punya sertifikasi federal AS, belum Memperoleh jaringan dealer dan servis yang luas, serta belum menjual produknya Di harga sesuai tarif Pembelian Barang Di Luar Negeri.
Karena Itu, Sebagai Pada ini, Kendaraan Pribadi China masih sebatas pilihan Ke atas Alattulis Untuk sebagian konsumen AS.
Minat Gen Z Menimbulkan Kekhawatiran
Survei Cox Automotive Menunjukkan ketertarikan Di merek China memang belum merata. Secara keseluruhan, Di 38% konsumen mengatakan sangat Mungkin Saja membeli Kendaraan Pribadi China. Sebagai Alternatif, 39% lainnya mengaku sangat tak Mungkin Saja membelinya.
Akan Tetapi, ceritanya berbeda ketika masuk Ke kelompok Gen Z. Sebanyak 69% Gen Z mengaku ingin Memperoleh Kendaraan Pribadi China.
Ilustrasi konsumen beli Kendaraan Pribadi China. Foto: Doc. SCMP |
Ini membuat generasi muda menjadi kelompok yang cukup potensial jika merek-merek China nantinya benar-benar masuk dan berjualan secara resmi Ke AS.
Menariknya, ketertarikan tersebut tidak hanya datang Sebab Ilmu Pengetahuan atau desain. Salah satu alasan utama konsumen tertarik Kendaraan Pribadi China adalah Sebab harga.
Hampir separuh responden Menyediakan penilaian positif Di kemampuan merek China menawarkan Kendaraan Pribadi Di harga terjangkau. Di 35% juga menilai performanya Memikat.
Akan Tetapi, ada sejumlah hal yang masih membuat konsumen ragu. Mulai Di Standar, keselamatan, daya Konsisten hingga reliabilitas. Kekhawatiran itu Malahan lebih besar Ke kalangan dealer.
Hanya Di 15% dealer yang mengatakan ingin merek China masuk Ke Amerika Serikat. Sambil 92% dealer mengaku punya kekhawatiran jika harus menjual Kendaraan Pribadi China.
Meski demikian, Di 70% dealer mengaku Berencana menyesuaikan strategi Usaha jika merek China benar-benar masuk Ke pasar AS.
Ada satu temuan lain yang tak kalah unik. Ketika konsumen dikasih skenario merek China bermitra Di merek Amerika yang sudah berpengalaman, minat membeli kendaraan naik menjadi 76%.
(sfn/din)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Kendaraan Pribadi China Mulai Dilirik Gen Z, 69% Ngaku Minat Beli












