Jakarta –
Kendaraan Pribadi LCGC masih banyak yang beli. Berikut ini catatan penjualan LCGC Hingga awal tahun 2026.
Kendaraan Pribadi LCGC alias Low Cost Green Car masih diminati. Penjualannya juga masih banyak. Di bulan kedua tahun 2026, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Menunjukkan, adanya peningkatan penjualan Kendaraan Pribadi LCGC. Bila Di Januari penjualan wholesales hanya mencapai 10.694 unit, maka Di Februari naik menjadi 11.412 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun Di belasan ribu distribusi LCGC itu, model paling laris adalah Honda Brio Satya. Sepanjang bulan kedua tahun 2026, penjualan wholesales Honda Brio Satya itu mencapai 3.096 unit.
Brio Satya dibuntuti Daihatsu Sigra yang mencatatkan distribusi sebanyak 3.040 unit. Kembarannya berada Hingga posisi ketiga terlaris yaitu 3.036 unit. Hingga tempat keempat ada Toyota Agya Didalam catatan penjualan sebanyak 1.180 unit. Terakhir ada Daihatsu Ayla Didalam catatan distribusi 1.060 unit.
Adapun Di tahun 2025, penjualan LCGC tercatat Merasakan penurunan. Turunnya cukup signifikan yakni mencapai 30,6 persen. Sepanjang tahun lalu, distribusi LCGC hanya menyentuh 122.686 unit. Di tahun 2025 penjualan LCGC secara Ritel (Di dealer Hingga konsumen) hanya mencapai 130.799 unit, turun Di Sebelumnya Itu 178.726 unit. Pangsa pasarnya pun demikian. Di tahun 2024, sebanyak 20,1% Kendaraan Pribadi yang terjual Hingga Indonesia berjenis LCGC, Sambil tahun lalu hanya 15,7%.
“Kita stagnan Hingga kurang lebih 12 tahun semenjak 2013 LCEV (Low Cost Emission Vehicle) pak, itu hanya 1 juta aja. LCEV itu market share-nya sampai 22 persen, ini kemarin turun menjadi 15 persen,” terang Sekjen Gaikindo, Kukuh Kumara belum lama ini.
Kalau dirunut Dari tahun 2013, LCGC memang merupakan salah satu model Kandidatteratas Hingga Indonesia. Terlebih harganya terjangkau Di keseluruhan segmen. Nggak heran kalau seperlima Di penjualan Kendaraan Pribadi Hingga Di negeri disumbang Didalam model tersebut.
Data Penjualan LCGC 2013 sampai 2025
- 2013: 45.348 unit, pangsa pasar 3,7 persen
- 2014: 164.123 unit, pangsa pasar 13,6 persen
- 2015: 166.517 unit, pangsa pasar 16,4 persen
- 2016: 223.708 unit, pangsa pasar 21,1 persen
- 2017: 242.680 unit, pangsa pasar 22,5 persen
- 2018: 225.480 unit, pangsa pasar 19,6 persen
- 2019: 221.006 unit, pangsa pasar 21,5 persen
- 2020: 116.475 unit, pangsa pasar 21,9 persen
- 2021: 145.219 unit, pangsa pasar 16,4 persen
- 2022: 180.172 unit, pangsa pasar 17,8 persen
- 2023: 198.564 unit, pangsa pasar 19,9 persen
- 2024: 178.726 unit, pangsa pasar 20,1 persen
- 2025: 130.799 unit, pangsa pasar 15,7 persen
Akan Tetapi, belakangan Situasi LCGC justru makin terhimpit. Konsumennya ‘Putaran belur’ Didalam Situasi perekonomian Pada ini. Para pembeli Kendaraan Pribadi pertama yang mengincar LCGC pun Didalam Sebab Itu mengurungkan niatnya.
“Situasi ekonomi Di Umumnya belum membaik, daya beli masih lemah (Sebagai kelas menengah bawah), apakah masih ada harapan penjualan LCGC Sebab segmen pasarnya paling terdampak Situasi ekonomi Pada ini,” urai pengamat Kendaraan Pribadi Bebin Djuana.
Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Kendaraan Pribadi LCGC Masih Banyak yang Beli









