Jakarta –
Situasi raksasa Kendaraan Pribadi asal Jerman, Volkswagem (VW) makin berdarah-darah. Justru, jika Sebelumnya Itu mereka dikabarkan bakal menghentikan puluhan ribu pegawai, kini angkanya Menimbulkan Kekhawatiran menjadi ratusan ribu kepala!
Disitat Bersama Carscoops, CEO Mobil Volkswagen Group, Oliver Blume mengungkapkan, perusahaan Di ini Berusaha Mengatasi beban biaya yang 20 persen lebih tinggi dibandingkan para Rival. Situasi tersebut membuat Mobil Volkswagen harus mencari cara Bagi menekan pengeluaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tentu saja, dapat dimengerti, belum semuanya direncanakan hingga detail terkecil, dan bahwa beberapa masalah masih perlu dibahas dan dievaluasi Bersama Detail. Pasti Berencana ada lebih banyak pertemuan Ke mana kami Berencana bekerja keras Bagi menemukan solusi terbaik,” ujar Blume, dikutip Rabu (22/7).
Sumber yang sama Menginformasikan, VW Group secara bertahap bisa Mengurangi separuh jajaran modelnya Bagi menghemat biaya produksi.
Sebelumnya Itu, Mobil Volkswagen sudah berkomitmen memangkas Di 50 ribu pekerja. Kini, perusahaan itu disebut-sebut Di mengkaji tambahan pengurangan hingga 50 ribu karyawan lagi.
Tak berhenti Ke situ, Ide penutupan sejumlah pabrik Sesudah 2030 juga Berpeluang mengancam Di 40 ribu pekerjaan. Jika seluruh Ide tersebut terealisasi, total karyawan yang terdampak bisa mencapai 140 ribu orang.
Di memo internal kepada karyawan, Blume juga menyebut masa Didepan beberapa pabrik, seperti Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm, masih belum Memperoleh kepastian Bagi beroperasi Ke dekade 2030-an.
Selain memangkas tenaga kerja, Mobil Volkswagen juga dikabarkan Mengkaji penyederhanaan lini produknya. Beberapa model yang disebut berisiko dihentikan Antara lain Mobil Volkswagen Polo, Skoda Fabia, Skoda Kamiq, Mobil Audi Q5 Sportback, hingga sejumlah model Mobil Sport Porsche seperti Taycan, Panamera, dan Cayenne Coupe.
Blume menegaskan berbagai opsi tersebut masih Di tahap pembahasan. Serangkaian pertemuan Bersama karyawan dan dewan pekerja dijadwalkan dimulai akhir Agustus Bagi mencari solusi terbaik Bagi masa Didepan perusahaan.
Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Makin Kritis, Raksasa Kendaraan Pribadi Ini Berpeluang Pengurangan Tenaga Kerja 140 Ribu Buruh











