Jakarta –
Wacana Kendaraan Pribadi nasional sempat menghangat Hingga Indonesia. Pemerintah Malahan berencana Sebagai menggeser insentif Sebagai industri Kendaraan Pribadi Hingga Pembuatan Kendaraan Pribadi nasional.
Hingga Di diskursus tersebut, Malaysia sudah lebih dulu membuktikan bahwa Kendaraan Pribadi nasional bukan sekadar simbol, tapi juga bisa laris dan diterima pasar.
Contohnya Proton. Pabrikan nasional Malaysia ini mencatatkan kinerja penjualan yang solid sepanjang 2025.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disadur Bersama laporan Paultan, Proton berhasil menjual 157.976 unit kendaraan, naik 3,3 persen dibandingkan tahun Sebelumnya.
Bersama capaian tersebut, Proton diperkirakan menguasai 19,4 persen pangsa pasar domestik, naik 0,7 persen secara tahunan.
Ini menegaskan posisi Proton sebagai salah satu tulang punggung industri Kendaraan Pribadi Malaysia, sekaligus Menunjukkan Kendaraan Pribadi nasional masih relevan Hingga pasar modern.
Penopang utama penjualan Proton datang Bersama model entry-level. Proton Saga menjadi kontributor terbesar Bersama penjualan 74.013 unit, angka tertinggi Dari 2011.
Hingga segmen SUV, Proton juga tak kalah agresif. Proton X50 mencatat penjualan 28.057 unit sepanjang 2025.
Puncaknya terjadi Ke Agustus, bertepatan Bersama peluncuran versi facelift yang menyegarkan tampilan dan fitur, sekaligus menjaga daya tarik konsumen.
Yang Memikat, Proton tidak hanya bertumpu Ke pasar domestik. Sepanjang 2025, pabrikan ini berhasil mengekspor 6.000 unit kendaraan, menjadi angka tertinggi Untuk 13 tahun terakhir.
Mesir menjadi pasar Penjualan Barang Hingga Luar Negeri terbesar, disusul Vietnam yang Memperoleh Proton X50 Bersama merek Geely Coolray.
Penguatan Penjualan Barang Hingga Luar Negeri ini tak lepas Bersama pembentukan anak usaha khusus, Proton International Corporation (PICSB), yang fokus mengelola pasar Dunia.
Strategi ini Menunjukkan Kendaraan Pribadi nasional tetap bisa bermain Hingga level internasional Bersama pendekatan yang terstruktur.
Bersama sisi ekosistem, Proton juga serius membangun kepercayaan konsumen. Hingga akhir 2025, jaringan Proton Edar telah mencapai 187 outlet Hingga seluruh Malaysia.
Capaian Proton ini menjadi pembelajaran penting Untuk Indonesia yang Di menyiapkan Kendaraan Pribadi nasional. Pemerintah menyebut Kendaraan Pribadi nasional buatan RI Akansegera mengedepankan keterjangkauan harga, industrialisasi lokal, dan kolaborasi Ilmu Pengetahuan.
Akan Tetapi satu hal yang juga harus menjadi fokus adalah bagaimana merek Kendaraan Pribadi nasional tersebut bisa dipercaya Bersama Kelompok dan dikembangkan sesuai Bersama kebutuhan pasar.
Penghayatan Malaysia Menunjukkan bahwa Kendaraan Pribadi nasional bisa laris bukan Sebab sentimen semata, melainkan Sebab produk yang relevan, harga masuk akal, Ilmu Pengetahuan terus diperbarui, dan jaringan yang kuat.
Tantangan Indonesia kini bukan sekadar Menampilkan Kendaraan Pribadi nasional, tetapi memastikan ekosistemnya matang Dari awal.
Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Kendaraan Pribadi Nasional Laris Manis dan Disukai Rakyat











