Jakarta –
Penjualan Kendaraan Pribadi Di Malaysia tahun 2025 melampaui target yakni tembus 820 ribu unit. Salah satunya didukung Dari angka pengangguran rendah.
Dua tahun berturut-turut penjualan Kendaraan Pribadi Di Malaysia tembus 800 ribu unit. Di tahun 2025, Malaysia Automotive Association (MAA) mencatat ada 820.752 unit Kendaraan Pribadi yang terjual atau naik 0,5 persen dibandingkan tahun 2024. Salah satu pendukungnya adalah Situasi ekonomi yang tangguh. Torehan itu nyaris menyamai penjualan Kendaraan Pribadi Di Indonesia. Untuk diketahui, penjualan secara Peritel Di Indonesia tembus 833 ribu.
Permintaan domestik pun Meresahkan diiringi Di Perawatan pasar Penjualan Barang Ke Luar Negeri. Kepala Negara MAA Mohd Shamsor Mohd Zain menyoroti Aturan overnight policy rate (OPR) yang turun menjadi 2,75 persen Dari Juli 2025 membuat Situasi pembiayaan kendaraan lebih kondusif. Lebih lagi Situasi sosial-politik yang stabil turut mendukung kepercayaan Usaha dan pekerjaan lebih stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pasar tenaga kerja yang positif juga mendukung industri Di angka pengangguran terendah mencapai level terendah Di 11 tahun yakni 2,9 persen,” ungkap Mohd Samsor dilansir Bernama.
Dia mengatakan penjualan merek nasional masih menjadi kontributor terbesar Di angka penjualan 511.468 unit atau Di 62,3 persen pangsa pasar. Angkanya memang jauh lebih tinggi ketimbang merek non-nasional yang hanya menyentuh 309.284 unit atau 37,7 persen pangsa pasar.
Untuk tahun 2026, Mohd Samsor Meramalkan industri Kendaraan Pribadi negeri jiran Berencana Berusaha Mengatasi sejumlah tantangan. Tapi masih ada hal positif Di balik itu. Angka pengangguran rendah dipercaya masih bisa memberi Dukungan signifikan Pada penjualan Kendaraan Pribadi Di Malaysia.
“Ini termasuk angka pengangguran rendah yang mendukung pendapatan Karena Itu stabil dan kepercayaan diri konsumen. Di Di itu juga permintaan Berencana kendaraan terjangkau dan efisien bahan bakar juga kian menguat, khususnya Di merek nasional,” lanjut dia.
Dia menambahkan, kelanjutan Di Pembuatan ekosistem Sepeda Listrik juga bisa memberi Dukungan. Khususnya Di merek luar, maka bisa ada Penanaman Modal Di Negeri masuk, Peralihan Ilmu Pengetahuan, dan Kemajuan Ke depannya.
“Perkenalan Di merek dan model Terbaru dipercaya bisa menjadi stimulasi pasar, Sambil strategi promosi Memikat bisa Karena Itu nilai tambah Untuk konsumen,” tuturnya lagi.
Untuk tahun 2026, Di Merencanakan berbagai risiko yang berdampak Di industri Kendaraan Pribadi, MAA Meramalkan angka penjualan hanya 790 ribu unit atau turun 3,8 persen Di 2025.
Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Penjualan Kendaraan Pribadi Di Malaysia Nyaris Samai Indonesia: Angka Pengangguran Rendah











