Jakarta –
Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Xiaomi SU7 dilaporkan terbakar Hingga China Mutakhir-Mutakhir ini. Xiaomi buka suara Yang Terkait Bersama dugaan penyebab terbakarnya Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik tersebut.
Sedan listrik Xiaomi SU7 itu terbakar Hingga Yingkou, Provinsi Liaoning, Daerah utara China. Peristiwa Pidana Hukum kebakaran tersebut memicu diskusi tentang penyebab kebakaran dan efek ledakan seperti kembang api.
Menurut pernyataan resmi yang dibagikan Bersama Xiaomi Auto, kebakaran awalnya terjadi Hingga Bangku pengemudi Xiaomi SU7 Di tanggal 1 Februari. Pemilik kendaraan mengkonfirmasi bahwa kecelakaan itu disebabkan Bersama sumber api residual Hingga Untuk kendaraan. Sumber api residual tersebut menyulut bahan-bahan yang mudah terbakar Hingga dekatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, tidak dijelaskan detailnya sumber api apa yang dimaksud. Xiaomi mengkonfirmasi, penyebab kebakaran Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik itu bukan Untuk baterainya.
Kebakaran itu juga memicu ledakan seperti kembang api. Pejabat Xiaomi bilang, ledakan seperti kembang api itu disebabkan Bersama airbag yang mengembang. Bersama Sebab Itu, suara-suara ledakan itu tidak ada hubungannya Bersama baterai.
Menurut Xiaomi, petugas pemadam kebakaran Bersama cepat memadamkan api dan memastikan tidak ada yang terluka.
Hingga China, memang beberapa kali ada kejadian Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik terbakar. Penyebabnya bukan Sebab baterai, tapi benda-benda mudah terbakar yang tertinggal Hingga Untuk Kendaraan Pribadi. Misalnya, sedan Avatr 06 terbakar Di 5 Oktober tahun lalu Hingga Provinsi Fujian Sebab sorotan cahaya Di Bangku penumpang, yang disebabkan Bersama aksesori Hingga konsol Di. Di 30 Oktober, hatchback Geely EX2 (Xingyuan) juga terbakar Sebab sumber api Hingga Untuk kabin.
Sambil Itu, Hingga Indonesia Federasi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Membeberkan potensi bahaya Untuk Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengakui, Keahlian ini masih relatif Mutakhir Agar proses investigasi menuntut pendekatan dan kompetensi yang berbeda dibanding kendaraan konvensional.
KNKT telah menangani dua Peristiwa Pidana Hukum Kendaraan Listrik. Soerjanto mengatakan, pihaknya dibantu Bersama ahli belajar melakukan investigasi Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik dan memahami masalah Di Kendaraan Listrik.
Untuk sebuah Peristiwa Pidana Hukum, KNKT mendapati insiden yang semula diduga kebakaran Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik. Tapi ternyata kendaraan itu Merasakan korsleting listrik yang memicu asap tebal. Masalah tersebut berawal Untuk sistem pengkabelan yang bergeser dan bersentuhan Bersama bodi kendaraan hingga lapisan kabel terkelupas.
“Yang terjadi bukan kebakaran, tapi korsleting yang Menerbitkan asap cukup banyak. Penyebabnya Sebab wiring system bergeser Hingga badan kendaraan, lama-lama kabelnya terkelupas dan terjadi arus pendek,” jelas Soerjanto.
Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Xiaomi Terbakar, Ini Penyebabnya











