Bukan Lithium, Baterai Jenis Ini Bisa Bikin Ngecas Kendaraan Pribadi Elektrik Makin Cepat!



Jakarta

Perkembangan Kendaraan Pribadi Elektrik kini tak lagi hanya soal jarak tempuh atau desain futuristik. Satu aspek yang mulai Karena Itu sorotan utama adalah Kelajuan pengisian daya.

Dilansir Di CarNewsChina, pabrikan Kendaraan Pribadi Ke Tiongkok mulai menemukan solusi terbaru yang justru datang Di Ilmu Pengetahuan baterai non-lithium.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya BAIC. Mereka Mengeluarkan kemajuan signifikan Di Pembuatan baterai Di bahan sodium-ion.

Ilmu Pengetahuan ini digadang-gadang bisa Karena Itu jawaban atas salah satu kelemahan utama Kendaraan Pribadi Elektrik Pada ini yakni waktu charging yang masih Dikatakan lama.

Di laporannya, pengujian internal BAIC Memperoleh bahwa baterai sodium-ion mampu mendukung pengisian cepat hingga 4C atau empat kali lipat lebih cepat Di rate pengecasan yang umumnya beredar Pada ini.

Diklaim baterai jenis ini bisa diisi penuh hanya Di waktu Di 11 menit. Sebagai perbandingan, sebagian besar Kendaraan Pribadi Elektrik Pada ini masih membutuhkan waktu 30 menit hingga lebih Di satu jam Bagi mencapai kapasitas serupa Ke fast charger.

Secara teknis, baterai ini menggunakan format sel prismatik Di densitas energi mencapai 170 Wh/kg.

Angka tersebut memang masih Ke bawah baterai lithium-ion modern, Tetapi pendekatan sodium-ion tidak semata mengejar kapasitas, melainkan efisiensi biaya dan Penampilan Ke Situasi ekstrem.

Kepentingan lain baterai sodium-ion juga terletak Ke stabilitas suhu. BAIC menyebut baterai ini mampu beroperasi Di rentang suhu -40°C hingga 60°C.

Malahan Ke suhu -20°C, retensi energinya masih Ke atas 92%. Ini menjadi nilai tambah, mengingat baterai lithium-ion umumnya Merasakan penurunan Penampilan Ke suhu rendah.

Samping Itu, aspek Perlindungan juga Karena Itu perhatian. Di pengujian, baterai ini diklaim mampu menahan Situasi overcharge hingga 200% tanpa memicu kebakaran atau ledakan.

Malahan Pada diuji Di suhu ekstrem hingga 200°C, sistemnya tetap stabil. Klaim ini tentu penting, mengingat Topik keselamatan baterai masih Karena Itu salah satu kekhawatiran konsumen.

Pembuatan baterai sodium-ion ini merupakan Dibagian Di Inisiatif “Aurora Battery” milik BAIC, yang mencakup berbagai jenis kimia baterai, mulai Di lithium-ion, solid-state, hingga sodium-ion.

Strategi ini Menunjukkan bahwa pabrikan tidak hanya bergantung Ke satu Ilmu Pengetahuan, melainkan menyiapkan berbagai solusi Bagi kebutuhan pasar yang berbeda.

Mulai Digunakan Changan dan BYD

Gaya penggunaan baterai sodium-ion sudah mulai menguat. Pabrikan seperti Changan Automobile bersama CATL telah Mengeluarkan Kendaraan Pribadi Elektrik berbasis sodium-ion Di baterai 45 kWh dan jarak tempuh lebih Di 400 km, yang ditargetkan meluncur Ke pertengahan 2026.

Sambil Itu BYD juga Di Membuat generasi terbaru baterai sodium-ion Di siklus hidup hingga 10.000 kali pengisian.

Meski begitu, perlu dicatat bahwa Ilmu Pengetahuan sodium-ion ini masih berada Ke tahap Pembuatan awal dan belum diumumkan kapan Berencana digunakan secara komersial.

Tetapi arahnya sudah mulai terlihat. Industri Kendaraan Pribadi Dunia kini tak hanya berlomba Memperkenalkan baterai berkapasitas besar, tetapi juga bagaimana membuat proses pengisian daya Karena Itu Lebihterus cepat.

Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Bukan Lithium, Baterai Jenis Ini Bisa Bikin Ngecas Kendaraan Pribadi Elektrik Makin Cepat!

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/