Jakarta –
Penjualan LCGC belakangan menurun. Padahal dulu penjualan LCGC per tahun bisa tembus 200 ribu unit. Berikut catatan penjualan LCGC Ke Indonesia.
Kendaraan Pribadi Ke segmen Low Cost Green Car (LCGC) dulu banyak peminatnya. Malahan seperlima Untuk total penjualan Kendaraan Pribadi Ke Indonesia disumbang Untuk model-model seperti Toyota Agya hingga Honda Brio Satya dkk. Berdasarkan data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), LCGC perdana dijual Ke pasar Kendaraan Pribadi Indonesia Ke tahun 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke tahun pertamanya itu, penjualannya hanya 51,1 ribu unit Di pangsa pasar sebesar 4,2 persen. Tapi Ke tahun kedua, penjualannya cukup melonjak signifikan, naik nyaris empat kali lipat. Ke tahun 2014, LCGC membukukan penjualan sebanyak 172,1 ribu unit dan pangsa pasarnya tembus 14,2 persen.
Tahun 2016, segmen LCGC kedatangan Manajer Mutakhir Untuk duet Toyota dan Daihatsu yang menyajikan LCGC 7-seater. Terbukti dua Manajer Mutakhir itu sukses memikat konsumen Untuk negeri. Penjualan LCGC langsung merangkak tembus 235,1 ribu unit yang membuat pangsa pasarnya tembus 22,1 persen. Ini merupakan yang tertinggi Sebelum LCGC perdana dijual hingga Pada ini.
Untuk situ, penjualan LCGC cenderung stabil Ke angka 200 ribuan unit per tahun. Akan Tetapi Pada Penyebara Nmassal Covid-19 Mengamuk, penjualan LCGC sempat merosot separuhnya. Tahun 2020-2022, penjualan LCGC per tahun hanya Ke angka 100 ribuan. Akan Tetapi demikian tahun 2023, segmen LCGC terlihat kembali rebound Di mencatatkan penjualan sebanyak 204.705 unit.
Tapi dua tahun setelahnya, penjualan LCGC justru cenderung turun. Tahun 2024 misalnya, hanya 176,766 unit yang terdistribusi. Sambil Itu tahun 2025, angkanya kembali turun menjadi hanya 122.686 unit dan pangsa pasarnya juga ikut merosot menjadi 15,3 persen.
Penurunan Permintaan LCGC itu seiring Di bermunculannya Kendaraan Pribadi Elektrik Di harga Ke bawah Rp 200 juta. Lalu bagaimana Di nasib penjualan Kendaraan Pribadi LCGC Hingga depannya? Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara menyebut Pada ini Kelompok memang sudah Memperoleh pilihan tersendiri Sebagai Memperoleh Kendaraan Pribadi Ke segmen tertentu. Kendaraan Pribadi Elektrik Ke bawah Rp 200 juta itu beririsan Di LCGC, Akan Tetapi menawarkan kelebihan seperti bebas ganjil genap. Ini yang menjadi Kelebihan Supaya penjualan Kendaraan Pribadi LCGC Karena Itu ikut menurun.
“Yang menjadi Permasalahan adalah Kelompok mencari pilihan mana yang sesuai Sebagai mereka, Karena Itu bukan ‘wah saya tertarik nih’, Lantaran memang kan ada Kelompok kota terutama misalnya Ke Jakarta kan ada Gaya mereka pengin punya Kendaraan Pribadi yang punya lipstik biru kan bisa bebas ganjil genap, Karena Itu itu salah satu yang Merangsang Kelompok beli Kendaraan Pribadi Elektrik,” urai Kukuh Untuk wawancara Di detikOto belum lama ini.
Ke sisi lain, Penurunan Permintaan LCGC itu juga beriringan Di merosotnya penjualan Kendaraan Pribadi Ke Tanah Air secara keseluruhan. Padahal kini sudah banyak Manajer Mutakhir, secara tak langsung harusnya bisa mengerek penjualan.
“Harusnya itu add-on kan, anggota kita aja yang tadinya Di 30-an sekarang sudah 62. Harus kita terima, alternatifnya banyak sekarang,” ucap Kukuh.
Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Dulu Bisa Tembus 200 Ribu Unit Setahun, Sekarang Gimana?











