Jakarta –
Tahun lalu, PO Sumber Alam bekerja sama Didalam Kalista sempat menyediakan layanan transportasi yang ramah lingkungan berupa armada Kendaraan Angkutan Umum listrik Sebagai layanan AKAP. Kendaraan Angkutan Umum itu melayani trayek AKAP (antar kota antar provinsi) Yogyakarta-Bekasi. Bagaimana kelanjutannya?
Pada itu, Kendaraan Angkutan Umum yang disuplai Dari Kalista digunakan Sebagai uji coba trayek AKAP menggunakan Kendaraan Angkutan Umum listrik. Kendaraan Angkutan Umum ini mengombinasikan warna putih, hitam, biru, dan juga hijau. Di Pada kaca Di terdapat tulisan 100% electric vehicle, lalu Di Pada bodi Samping juga terdapat gambar colokan kabel yang menandakan bahwa ini Kendaraan Listrik.
Logo Kalista juga tersemat Di Pada bodi Samping. Untuk yang belum tahu, Kalista adalah perusahaan fleets-as-a-service (FaaS) yang menyediakan solusi end-to-end Didalam ekosistem EV yang komprehensif Sebagai mempermudah transisi Usaha Ke EV.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah proyek Kendaraan Angkutan Umum listrik buat trayek AKAP berlanjut? Direktur Pembaruan Usaha Kalista Group, Peregangan Adiwinarto, mengatakan Kendaraan Angkutan Umum AKAP menggunakan armada listrik masih banyak tantangan. Terutama soal infrastrukturnya.
“Purpose-nya Di Pada itu kita memang pengen lebih ngetes Didalam sisi operasionalnya. Karena Itu bener nggak sih, kan orang bilang, ah nggak bisa lah (Kendaraan Angkutan Umum) listrik dipakai AKAP dan sebagainya. Nah itu bisa, nggak ada masalah,” kata Peregangan Di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
“Tapi ya ketika sudah masuk Ke sisi komersial, ini yang ada challenge. Kenapa? Sebab salah satunya adalah Di sisi infrastruktur mereka. Contoh kayak Jakarta-Yogyakarta itu kemarin kita jalankan 540 km one way. Ya Mungkin Saja kalau kita baterainya kita kebanyakan, bisa aja. Sampai sekali jalan nggak usah nge-charge, cuma nggak bisa bawa orang. Sebab udah keberatan si busnya. Karena Itu akhirnya kita memang limit Di battery capacity, Supaya mereka perlu melakukan charging Di Ditengah-Ditengah, Di jalan tol, Di rest area, dan lain-lainnya,” ujar Peregangan.
Memang Pada ini sudah banyak SPKLU yang tersebar Di sepanjang jalan tol Di Pulau Jawa. Akan Tetapi, kebanyakan SPKLU itu dirancang buat kendaraan penumpang, bukan kendaraan komersial semacam Kendaraan Angkutan Umum atau truk.
“Charging kita itu kalau udah masuknya Di SPKLU belum bisa buat Kendaraan Pribadi yang heavy duty vehicle. Karena Itu kalau truk tadi yang kayak trailer, kalau Kendaraan Angkutan Umum tuh yang kayak Kendaraan Angkutan Umum-Kendaraan Angkutan Umum besar belum masuk. Cuman kalau Sebagai yang shuttle-shuttle gampang. Karena Itu memang harus ada investment spesifik Ke sana,” ujar Peregangan.
Menurutnya, Pada ini Kalista bersama Didalam PLN dan pengelola jalan tol bekerja sama menyediakan SPKLU khusus Sebagai kendaraan besar seperti Kendaraan Angkutan Umum dan truk. Harapannya, Didalam infrastruktur yang disediakan, Berencana Lebih banyak kendaraan ramah lingkungan yang beredar.
“Harus ada support Didalam pemerintah. Bukan (support) Bantuan Fluktuasi Harga, kita nggak ngomong (support berupa) Bantuan Fluktuasi Harga, tapi kita fokusnya Ke infrastruktur charging station,” katanya.
Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Ini Tantangan Kendaraan Angkutan Umum AKAP Listrik Sumber Alam Rute Yogya-Bekasi











