Jakarta –
Sebagai kendaraan niaga yang dibutuhkan setiap Pada, truk atau kendaraan komersial harus beroperasi agar tetap menghasilkan cuan buat pemiliknya. Soalnya, setiap menit kendaraan berhenti beroperasi artinya ada potensi kehilangan pendapatan Bagi pelaku usaha.
Pendekatan layanan purnajual kendaraan niaga berbeda Bersama kendaraan penumpang. Mungkin Saja kendaraan penumpang masih Memiliki alternatif mobilitas lain. Sedangkan kendaraan niaga sangat dibutuhkan setiap Pada Sebagai menghasilkan cuan.
“Truk dan kendaraan niaga merupakan aset produktif yang menopang kegiatan Usaha pelanggan, makanya uptime menjadi sesuatu yang penting,” kata Direktur Solusi Usaha dan LCV Usaha PT Isuzu Astra Kendaraan Bermotor Roda Dua Indonesia (IAMI) Anjar Rosjadi, Rabu (29/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai itu, PT Isuzu Astra Kendaraan Bermotor Roda Dua Indonesia mengubah pendekatan layanan aftersales Bersama memastikan kendaraan pelanggan dapat beroperasi semaksimal Mungkin Saja. Strategi ini diyakini menjadi salah satu Kunci yang bisa Meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mendukung Kemajuan penjualan kendaraan niaga Isuzu.
Isuzu mewujudkannya Bersama memperluas jaringan layanan after sales Di seluruh Indonesia. Hingga Pada ini Isuzu telah Memiliki 129 outlet 3S (sales, service, spareparts), 4 Part Depot (Di Makassar, Medan, Palembang, dan Pontianak), 165 Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), 181 Bengkel Mitra Isuzu (BMI), serta 2.167 Part Shop yang tersebar Di berbagai Lokasi. Luasnya jaringan aftersales itu membuat unit entry Di bengkel terus Menimbulkan Kekhawatiran.
Sepanjang semester 1 2026, terjadi Kemajuan unit entry sebesar 10 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Fokus kami bukan hanya menjual kendaraan, tetapi memastikan Usaha pelanggan tetap beroperasi. Lantaran ketika kendaraan berhenti, Usaha pelanggan juga ikut terganggu,” kata dia.
Anjar menyebut, disiplin pelanggan Di melakukan Penanganan berkala, pengelolaan armada yang baik, hingga perilaku pengemudi sangat menentukan produktivitas kendaraan. Menurutnya, Sebagai memperkuat layanan, Isuzu juga menawarkan Perjanjian servis Bagi pelanggan armada atau fleet customer. Inisiatif tersebut membantu pelanggan memperoleh kepastian biaya Penanganan sekaligus Memangkas dampak fluktuasi harga suku cadang Lewat paket layanan yang lebih Tantangan.
Tahun ini Isuzu sudah menambah 22 unit BIB, Bersama semula 140 unit menjadi 166 unit Bersama Penanaman Modal Disekitar Rp 400 juta per unit BIB atau total Disekitar Rp 8 miliar. Menurut Anjar, strategi layanan jemput bola lewat BIB itu menjadi salah satu pembeda Isuzu dibandingkan Lawan.
“Lewat layanan ini, teknisi dapat mendatangi lokasi pelanggan Supaya proses Penanganan maupun perbaikan tidak harus menunggu kendaraan masuk Ke bengkel,” kata Anjar.
Business Strategy Division Head PT IAMI Rian Erlangga menambahkan, kuatnya layanan aftersales membuat penerimaan customer Pada kendaraan Isuzu Menimbulkan Kekhawatiran. Itu terjadi Di 10 tahun belakangan ini.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan Traga melonjak 27,66 persen Bersama 4.867 menjadi 6.213 unit, ELF sebesar 19,23 persen Bersama 4.644 menjadi 5.537 unit, dan Giga naik 7,46 persen Bersama 1.675 menjadi 1.550 unit. Market Giga naik 15,2 persen, Traga 4,4 persen, dan Elf 49 persen.
Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Begini Cara Isuzu biar Truk Pelanggannya Nggak Kelamaan ‘Nganggur’ Di Bengkel











