Jakarta –
Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik BEV (battery electric vehicles) Lagi bertumbuh Ke Indonesia. Mayoritas pasar dikuasai merek China, bagaimana penjualan brand asal Jepang?
Berdasarkan data wholesales (pabrik Di dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik murni (BEV) Bersama raksasa Produsen Kendaraan Jepang Ke Indonesia sepanjang Januari – Agustus 2026 cuma 225 unit.
Padahal penjualan Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Ke Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 tercatat sebanyak 101.171 unit. Angka ini naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 50.749 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena Itu merek Jepang cuma Membahas pasar kira-kira 0,22 persen Bersama total pasar EV Indonesia periode Januari-Agustus 2026.
Penjualan Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Jepang
- Honda E: N1 = 55 unit
- Honda Super One = 46 unit
- Lexus ES350E BEV = 21 unit
- Mazda MX-30 BEV = 2 unit
- Mitsubishi L100EV: 0 unit
- Nissan Leaf: 0 unit
- Suzuki GLX (e Vitara): 13 unit
- Toyota bZ4x: 73 unit
- Toyota Urban Cruiser: 4 unit
Bersama data tersebut, jika dibandingkan Bersama pabrikan China bak bumi dan langit. Kendaraan Pribadi-Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik China itu mendominasi pasar Ke Indonesia.
Contohnya, satu model Bersama Jaecoo, J5, Brand asal Tiongkok ini berhasil terdistribusi sebanyak 23.359 unit, mengungguli seluruh model BEV lain Ke Tanah Air. Karena Itu satu model Jaecoo J5 saja sendirian terjual hampir 104 kali lipat lebih banyak dibanding total gabungan seluruh Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik merek Jepang.
Ada beberapa faktor utama yang melatarbelakangi mengapa Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Jepang kurang diminati Ke tanah air. YAng utama soal harga yang tisak Tantangan.
Samping Itu keberagaman model juga Karena Itu faktor penentu. Pabrikan China sangat agresif merilis berbagai lini produk, mulai Bersama city car mungil, SUV perkotaan, hingga MPV mewah. Sambil pilihan EV Bersama merek Jepang Ke Indonesia sangat terbatas
Pabrikan Jepang seperti Toyota, Honda, Mitsubishi dan Suzuki tampaknya masih lebih fokus Ke Ilmu Pengetahuan Hybrid (HEV) ketimbang langsung beralih Di listrik murni (BEV).
(riar/din)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Seberapa Laku Kendaraan Pribadi Bertenaga Listrik Merek Jepang Ke Indonesia?











