Jakarta –
Tak hanya menjual produk truk dan Kendaraan Angkutan Umum Di Indonesia, Hino juga secara aktif berpartisipasi Di mencetak driver yang andal dan profesional. Malahan Hino punya Langkah sekolah mengemudi kendaraan niaga Didalam standar Jepang.
“Pengemudi kendaraan niaga punya tanggung jawab besar. Pelatihan berkelanjutan, Akansegera Memperbaiki kompetensi, kesadaran keselamatan, serta efisiensi berkendara. Di Samping Itu, manajemen Penanganan kendaraan yang baik memastikan kendaraan selalu laik jalan dan fitur keselamatan bekerja optimal,” ujar Training Division Head HMSI (Hino Motors Sales Indonesia) Pieter Andre Di sebuah diskusi Di arena GIICOMVEC 2026, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Dari 2024, Hino telah Memperoleh Langkah bernama Hino Driving School. Sekolah mengemudi ini bertujuan mencetak pengemudi profesional serta berstandar kompetensi tinggi Bagi para pelanggan Hino dan industri transportasi Indonesia secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Metode pelatihan yang digunakan Di Hino Driving School menggabungkan teori dan praktik Didalam komposisi 25% teori dan 75% praktik. Pelatihan praktik tidak hanya dilakukan Di siang hari, tetapi juga Di malam hari dan Di Situasi darurat.
Hino Driving School sendiri terbuka Sebagai umum, perusahaan, dan peserta Langkah Prakerja. Peserta minimal harus Memperoleh SIM A/Lembagakeuanganpusat yang masih aktif Pada 1 tahun.
Kurikulum Hino Driving School meliputi Smart Driving seperti sikap dan perilaku mengemudi aman dan berkeselamatan, regulasi dan aturan berlalu lintas, Ilmu Pengetahuan dan spesifikasi kendaraan, mengemudi yang baik dan benar, pemeriksaan harian, mengemudi yang hemat bahan bakar – ekonomis, keadaan darurat, serta regulasi khusus angkutan Produk dan orang. Tak tanggung-tanggung, kurikulum yang diajarkan menggunakan standar Jepang.
“Kita mau menekankan Keselamatan Berkendara, Sebab faktor kecelakaan banyak diakibatkan rem blong, Kegagalan teknis, dan kita beri pengetahuan bagaimana memakai sistem pengereman, Penanganan, dan lain sebagainya yang memang itu menjadi porsi Didalam driver. Maka itu kita berkiblat Di Jepang, sampai kita membuat ujian praktik Di Hino Total Support Training Center (HTSCC) Purwakarta, yang difokuskan Sebagai Keselamatan Berkendara,” tambah Pieter.
Menurut Pieter, driver truk harus menerapkan safety Malahan Didalam Sebelumnya menyalakan mesin kendaraan. “Banyak hal-hal yang harus diperiksa Sebelumnya engine start dan tentunya berdasarkan referensi Didalam Asosiasi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” bilangnya lagi.
Hino menekankan bahwa pelaksanaan safety campaign secara berkelanjutan merupakan Dibagian Didalam misi perusahaan, Sebagai menciptakan transportasi aman, khususnya Sebagai perpindahan orang, sekaligus berkontribusi Sebagai aktif mencegah kecelakaan Lewat kolaborasi Didalam seluruh stakeholder.
“Berdasarkan hasil investigasi KNKT, human factor masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Di Samping Itu, Situasi kendaraan dan sistem operasional juga berpengaruh. Sebab itu peningkatan kompetensi driver serta manajemen Penanganan kendaraan menjadi Kunci penting Di Memperbaiki keselamatan transportasi,” jelas Ahmad Wildan selaku Senior Investigator KNKT Di kesempatan yang sama.
Di sisi lain, Direktur Pembuatan Usaha dan Organisasi PO Primajasa, Bayu Permana, selaku operator angkutan umum, juga Berusaha memastikan rekrutmen driver selektif, pelatihan berkala, serta penerapan sistem manajemen Penanganan kendaraan yang disiplin.
“Kami juga Memperbaiki standar Penanganan sesuai standar ATPM, mulai prosedur bengkel, fasilitas, hingga peningkatan kompetensi mekanik dan penyediaan inspector kendaraan,” ungkapnya.
Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Hino Didik Pengemudi Truk dan Kendaraan Angkutan Umum Di Indonesia Pakai Standar Jepang











