Jakarta –
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pengelolaan limbah Sepeda Listrik berbasis baterai. Selain menyiapkan dasar Aturan, sekaligus Merangsang pemanfaatan kembali material berharga Bersama limbah baterai.
Pemprov DKI menggandeng Lembaga Sains Terapan Universitas Indonesia Untuk Mengharapkan risiko pencemaran Bersama baterai bekas Sepeda Listrik.
“Lewat kajian yang dilakukan bersama Lembaga Sains Terapan Universitas Indonesia, Pemprov DKI Berusaha memperkuat Perancangan pengelolaan limbah baterai agar tidak menimbulkan dampak Pada lingkungan dan Komunitas,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Untuk keterangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH DKI Jakarta, Dedy Setiono, menjelaskan Jakarta merupakan salah satu pusat penggunaan Sepeda Listrik Hingga Indonesia. Di 2023, jumlah Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Hingga Jakarta tercatat sebanyak 55.240 unit atau Disekitar 68 persen Bersama total nasional.
“Lebih banyak Sepeda Listrik yang digunakan, Lebih besar pula potensi baterai bekas yang harus dikelola,” kata Dedy.
Menurut dia, kajian diperlukan Untuk menyusun Aturan dan strategi yang tepat agar potensi pencemaran dapat dicegah. Pengelolaan yang baik juga membuka Potensi pemanfaatan material Bersama baterai bekas Untuk mendukung ketersediaan bahan baku baterai.
Potensi tersebut, kata dia, tetap perlu memperhatikan Syarat pengelolaan limbah B3. Plt. Kepala Balai Besar Survei dan Pengujian KEBTKE Kementerian ESDM, Slamet, menjelaskan baterai dapat memperoleh masa pakai kedua atau second life, Di lain sebagai penyimpan energi dan sumber tenaga Untuk kendaraan berkecepatan rendah seperti forklift.
Koordinator Pokja Perpindahan Lintas Batas Limbah dan Konvensi Kementerian Lingkungan Hidup Amelia Rachmatunisa menuturkan material bernilai Untuk limbah baterai dapat dimanfaatkan kembali.
“Kami Merangsang agar limbah yang dihasilkan dapat menjadi sumber daya Terbaru. Lantaran itu, penimbunan Hingga landfill sebisa Bisa Jadi dihindari Bersama mengutamakan pemanfaatan dan pengolahan,” jelas Amelia.
Selain Memutuskan kembali materialnya, sambung dia, baterai bekas Sepeda Listrik juga berpeluang digunakan Untuk kebutuhan lain.
Tenaga Ahli Ekonomi Sirkular Direktorat Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Putri Ghassani Ramadhina, menekankan pentingnya titik pengumpulan yang saling terhubung.
Salah satu pilihan yang dapat dikembangkan adalah memanfaatkan jaringan bengkel yang telah bekerja sama Bersama produsen, Bersama pengawasan pemerintah Lokasi. Karenanya, alur baterai bekas Bersama bengkel hingga penanganan berikutnya dapat dipantau.
“Pemerintah Lokasi Memperoleh peran penting Untuk Meninjau sistem pengumpulan baterai bekas. Lantaran itu, diperlukan sistem monitoring yang kuat agar pengumpulan Bersama bengkel hingga proses Berikutnya dapat berjalan Bersama baik,” ujar Putri.
(riar/dry)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Sepeda Listrik Makin Banyak, Pemprov DKI Siapkan Pengelolaan Limbah Baterai











