Pelajaran Penting agar Tak Ada Lagi Tindak Kejahatan Truk Nyangkut yang Bikin Macet Parah



Jakarta

Sebuah truk pengangkut alat berat nyangkut Hingga jembatan penyeberangan orang (JPO) Hingga Jalan Kepala Tendean, Jakarta Selatan. Dampaknya, lalu lintas Hingga sekitarnya macet Pada seharian Di Selasa (14/7/2026).

Dikutip detikNews, kecelakaan itu diduga berawal Di sopir yang bermain handphone (HP) Di menyetir. “Sopir kendaraan towing alat berat tidak memperhitungkan maksimal ketinggian muatan,” bunyi keterangan BPBD Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Kecelakaan itu terjadi Ditengah malam kemarin. Truk Bersama nomor polisi B-9077-UFU ini awalnya melintas Hingga area jalan Kepala Tendean. Di tiba Hingga lokasi, sopir truk sempat melihat adanya JPO. Akan Tetapi, Sebab diduga bermain Smart Phone Di mengemudi, sopir tidak memperhitungkan tinggi muatan yang dibawa hingga akhirnya tersangkut Hingga JPO.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sopir truk bernama Andre (28) mengaku Ditengah fokus melihat Inisiatif maps Di menabrak JPO. “Kita ini, kita 2 kilo (meter) lagi nyampe ini. Kita fokus lihat Maps,” kata Andre seperti diberitakan detikNews.

Praktisi keselamatan berkendara yang juga anggota Keputusan dan Advokasi Berkendara Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Kendaraan Bermotor Roda Dua Indonesia (IMI) Erreza Hardian mengatakan, Mungkin Saja Hingga jalanan tersebut tidak ada rambu yang menjelaskan mengenai batas ketinggian.

“Dan memang salah pengemudi ketika ada masalah Hingga jalan Malahan Kartu Merah Hingga Kacamata penegak hukum. Tapi saya katakan tidak ada pengemudi truk yang tidak ada perintah kerjanya. Perintah kerjanya pasti Untuk sebuah perusahaan, harusnya mereka yang membantu si pengemudi,” kata Reza kepada detikOto, Selasa (14/7/2026).

Sopir truk tersebut juga disebut Untuk melihat maps ketika kecelakaan terjadi Supaya tidak fokus. Akan Tetapi, menurut Reza, Inisiatif Google Maps maupun Waze Di ini tidak ada pilihan Bagi kendaraan besar.

“Saya sering kali melakukan assessment pengemudi menemukan Trend Populer ini. Padahal Google Maps maupun Waze hanya Bagi Kendaraan Bermotor Roda Dua dan Kendaraan Pribadi, tidak ada truk,” ungkapnya.

Agar tak terjadi kecelakaan serupa yang bikin susah orang banyak, Reza menyebut, sesuai rekomendasi Untuk KNKT, perlu dilakukan road hazard mapping. Misalnya, Sebelumnya jalan ada Regu yang secara visual Memperhatikan lokasi dan melakukan perintah kerja berdasarkan road hazard mapping.

“Atau Bersama escort (pengawalan) bisa Bersama aparat yang berwenang atau Bersama Regu kerja. Karena Itu mereka tidak sendirian Hingga jalan terutama Bagi tipe jalan perkotaan/arteri dan bukan jalan lintas/provinsi. Beberapa sering diterapkan ada yang duduk Hingga atas muatan, mereka membantu secara visual pengemudinya. Pengawalan itu bisa Bersama kendaraan lain atau escort Hingga kendaraan yang sama tapi Hingga luar kabin,” kata Reza.

“Rambu dan kelas jalan juga bisa Karena Itu patokan. Tapi Sebab Situasi jalan Hingga perkotaan penuh Bersama distraksi visual, maka bisa Karena Itu tidak terlihat dan rambu tidak lagi efektif,” sambungnya.

Artikel ini disadur –> Oto.detik.com Indonesia: Pelajaran Penting agar Tak Ada Lagi Tindak Kejahatan Truk Nyangkut yang Bikin Macet Parah

คุณสามารถเข้าสู่ระบบการเรียนรู้และฝึกฝนเทคนิคการเล่นได้ที่ https://pgth.uk.com/ทดลองเล่นสล็อต/